You are here
Prof. Dr. Kokom Komariah Paparkan Faktor yang Mempengaruhi Generasi Z Membeli Kuliner Tradisional Yogyakarta di Konferensi Internasional UNISSA Brunei
Primary tabs

.
Brunei Darussalam – Dosen Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Kokom Komariah, menjadi salah satu narasumber dalam konferensi internasional bertema “Islamic Higher Education in the Era of Global Transformation: Language, Inclusion, and Sustainable Development” yang diselenggarakan oleh Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam, pada Sabtu, 25 April 2026.
Dalam forum internasional tersebut, Prof. Kokom mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Factors Influencing Generation Z’s Purchasing Behaviour Toward Traditional Yogyakarta Cuisine” atau faktor-faktor yang memengaruhi perilaku Generasi Z dalam membeli makanan tradisional Yogyakarta.
Kegiatan konferensi berlangsung di Room N 1.1 UNISSA dan menghadirkan akademisi serta peneliti dari berbagai negara untuk membahas transformasi pendidikan tinggi Islam dalam konteks globalisasi, inklusi, bahasa, dan pembangunan berkelanjutan.
Pada presentasinya, Prof. Kokom menjelaskan bahwa kuliner tradisional tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya dan warisan lokal. Namun demikian, Generasi Z saat ini cenderung lebih tertarik pada makanan modern dan tren kuliner global sehingga diperlukan strategi khusus untuk menjaga keberlanjutan kuliner tradisional.
Penelitian yang dipaparkan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 395 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh berbagai faktor terhadap keputusan pembelian kuliner tradisional.
Menurut hasil penelitian, terdapat empat faktor utama yang memengaruhi perilaku pembelian Generasi Z terhadap makanan tradisional Yogyakarta, yaitu faktor budaya, sosial, personal, dan psikologis. Faktor budaya mencakup nilai budaya lokal, tradisi kuliner, dan warisan budaya. Faktor sosial meliputi pengaruh keluarga, teman sebaya, dan media sosial. Sementara itu, faktor personal dan psikologis meliputi gaya hidup, kondisi ekonomi, motivasi, persepsi, serta sikap konsumen.
“Seluruh faktor tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian Generasi Z terhadap produk makanan lokal,” ungkap Prof. Kokom dalam presentasinya.
Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 62,31 persen (R² = 0,6231), yang berarti perilaku pembelian Generasi Z terhadap kuliner tradisional dipengaruhi secara kuat oleh faktor budaya, sosial, personal, dan psikologis, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.
Prof. Kokom juga menekankan pentingnya strategi inovatif untuk menarik minat Generasi Z terhadap kuliner tradisional, termasuk melalui pendekatan digital, promosi media sosial, penguatan storytelling budaya, serta pengembangan pengalaman kuliner yang relevan dengan gaya hidup anak muda masa kini.
Partisipasi Prof. Kokom dalam konferensi internasional ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi Indonesia dalam memperkuat kajian budaya, pendidikan, dan keberlanjutan di tingkat global. Selain itu, forum ini juga membuka peluang kolaborasi internasional antarperguruan tinggi dalam pengembangan riset dan inovasi pendidikan berbasis budaya lokal.
PERPUSTAKAAN
Kontak Kami
PROGRAM PASCASARJANA
Kampus Karangmalang, Yogyakarta 55281
Telp. +62274-550836 (front office), Hunting +62274-586168, Psw. 229; 285; & 367
Fax. +62274-520326
Website : http://pps.uny.ac.id
Contact Persons :
Sujarwo (081578886039)
Copyright © 2026,